Tim Yang Tidak Diandalkan

Disaat riyad mahrez masih memperkuat le havre di ligue 2 perancis sana, leicester city yang saat itu masih bermain dikancah liga championship alias kasta kedua pesepakbolaan inggris dibawah liga primer mengirimkan pemandu bakat mereka yang bernama steve walsh. Kala itu steve walsh sendiri dikirim untuk memonitor perkembangan rekan setimnya ryan mendes namun sang pemandu bakat malah kecantol dengan kemampuan mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau yang dipertontonkan oleh seorang riyad mahrez. Pemain sepakbola yang lahir di sarcelles, perancis tanggal dua puluh satu (21) bulan februari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh satu (1991) silam ini sendiri pada awalnya mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mendengar nama leicester city sebelumnya, dimana pada awalnya ia kira klub berita bola indonesia tersebut bukan tim sepakbola melainkan rugby dan adalah hal yang lumrah lantaran saat itu klub berjuluk the foxes tersebut memang belum menancapkan nama mereka sebagai salah satu tim “one hit wonder” dengan menjuarai liga primer inggris.

Setelah membahas mengenai karir berita bola dunia seorang riyad mahrez dilevel klub bersama le havre, sarcalles, dan leicester city serta karirnya ditingkat internasional dengan negaranya aljazair, sekarang kita akan beralih kestatistik pemain sepakbola yang memiliki tinggi badan seratus tujuh puluh delapan sentimeter (178 cm) ini dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau. Pertama ketika masih membela quimper diperancis sana, riyad mahrez mampu mencatatkan dua puluh tujuh (27) kali penampilan namun hanya sanggup menggelontorkan satu (1) buah gol saja. Sebagai seorang sayap, tentunya catatan seperti ini sangatlah patut untuk disayangkan lantaran sayap mendapatkan banyak sekali kesempatan untuk menggedor garis pertahanan lawan. Tapi tentu saja sekali lagi kita harus ingat bahwa usia riyad mahrez kala itu masih muda, ditambah lagi dirinya masih belum berpengalaman jadwal kompetisi yang padat.

Riyad mahrez sempat memenangkan penghargaan sebagai pemain sepakbola terbaik dari benua afrika dibulan desember tahun dua ribu enam belas (2016) dimana trofi individu berita bola yang satu ini diberikan oleh BBC, sebuah stasiun televisi dan media terkenal yang berasal dari inggris. Selain itu yang lebih hebatnya lagi, punggawa tim nasional aljazair ini bahkan sempat dinominasikan untuk menjadi pemenang ballon d’or dibulan oktober pada tahun itu, meskipun pada akhirnya ia harus puas berada diposisi ketujuh (7) dan titel pemenang harus jatuh ketangan seorang cristiano ronaldo yang saat itu mampu membawa negaranya portugal menjuarai pergelaran piala eropa. Walaupun memang tidak keluar sebagai pemenang tapi agaknya pencapaian ini sangatlah membanggakan mengingat tidak banyak pesepakbola yang mampu mencatatkan prestasi serupa, apalagi ia hanya membela leicester city, sebuah tim yang tidak diandalkan.

Leave a Reply