Sebagai Seorang Juru Taktik

Sepanjang karir kepelatihannya, arsene wenger sendiri telah menempatkan rasa percaya yang sangat tinggi kepada para pemainnya untuk menampilkan performa mengolah si kulit bundar yang efisien dan juga mereka diwajibkan untuk segera belajar dari kesalahan terbesar yang mereka perbuat, dan hal ini juga dinyatakan oleh mantan kapten arsenal serta anak asuh arsene wenger patrick vieira sebagai kekuatan terbesar dan juga kelemahan dari sosok pelatih berita bola yang pernah menangani as monaco, nagoya grampus eight, mulhouse, serta rc strasbourg tersebut. Kepercayaan memang merupakan sebuah faktor yang sangat vital dalam olahraga ini, baik dari pelatih kepada pemain maupun sebaliknya lantaran diperlukan adanya ikatan psikologis yang kuat guna menjuarai trofi dan juga membuat seorang pemain betah berada diklub itu. Sebut saja jack wilshere, bomber the gunners yang setia kepada klub dengan stadion emirates dengan markasnya itu.

Selain itu, arsene wenger juga mendorong para pemainnya untuk menunjukan intuisi, naluri, dan juga melakukan observasi alias pengawasan terhadap permainan sepakbola yang dilancarkan musuhnya dan dirinya juga tidak terlalu mau sering dan secara terbuka memberikan perintah maupun komando berita bola dunia kepada para pemainnya. Mungkin bagi orang awam, pelatih yang berjuluk profesor ini seakan – akan tidak mau bertanggung jawab dan melepas tangan terhadap klub yang ia besut sendiri tapi sebenarnya ia mempercayai kemampuan anak asuhnya itu dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau serta berharap agar mereka mau berkembang dan menemukan jalan keluar atas masalah yang dihadapi didalam pertandingan. Namun disisi lain juga hal ini menjadi bumerang bagi arsene wenger karena pelatih lebih tahu strategi apa yang hendaknya diperlihatkan didalam pertandingan penting, terutama diliga champions eropa yang tekanannya besar kondisi fisik para pemainnya.

Mantan punggawa arsenal asal inggris yang pernah bermain dibawah kepelatihan arsene wenger sol campbell mengatakan bahwa arsene wenger sendiri menaruh rasa kepercayaan yang besar kepada para pemainnya untuk merubah jalannya permainan dan pelatih yang lahir di strasbourg perancis tanggal dua puluh dua (22) bulan oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) silam tersebut juga menginginkan beberapa pemain berita sepak bola indonesia tertentu untuk memperlihatkan sesuatu yang sangat berbeda, terutama pada paruh kedua musim sepakbola. Hal seperti ini walaupun bagus bagi pemain itu dalam jangka panjangnya, namun disaat yang bersamaan juga membuat mereka terbebani secara mental atau psikis lantaran sebenarnya bukanlah tugas dari seorang pemain untuk menciptakan strategi namun pelatih dan arsene wenger yang memberikan kebebasan disini juga perlu sadar bahwa perannya sebagai seorang juru taktik sangat dibutuhkan oleh para anak didiknya itu. Walaupun begitu setidaknya ia mampu membawa the gunners menjadi salah satu klub terbaik inggris dan juga eropa.

Leave a Reply